- Tertawa akan meningkatkan saluran pernafasan dan arus darah di tubuhmu.
- Tertawa akan mengurangi hormon stress di dalam tubuhmu.
- Tertawa akan merangsang sistem kekebalan tubuhmu sehingga kamu akan lebih tangguh dalam menghadapi berbagai macam infeksi dan penyakit.
- Tertawa akan memicu produksi hormon endorfin yang akan membuatmu lebih nyaman, hormon pereda sakit yang diproduksi tubuh secara alami. Ia akan memberikan perasaan nyaman.
- Tertawa merupakan latihan yang baik. Para periset memperkirakan bahwa dengan tertawa 100 kali akan sama hasilnya dengan olahraga menggunakan sepeda selama 15 menit. Tertawa puas adalah sebuah latihan untuk seluruh bagian tubuhmu.
- Tertawa akan memberikan sudut pandang yang lain atas permasalahan yang kamu hadapi, seperti diungkapkan pelawak dan aktor Bill Cosby,"Jika kamu bisa menertawakan permasalahan itu, kamu pasti dapat melewatimya."
- Tertawa akan membentuk dan memperkuat sebuah persahabatan. Pelawak dan pemain piano Victor Borge sering mengatakan,"Tertawa adalah jarak terpendek di antara dua orang."
- Tertawa akan meningkatkan rasa percaya dirimu. Kamu akan lebih merasa percaya diri dan santai dalam pergaulan.
- Tertawa akan membuat dirimu menjadi lebih optimistis dalam menjalani kehidupan ini. Kamu akan jarang merasa sedih, putus asa, khawatir, dan depresi.
- Tertawa akan melepaskan perasaan-perasaan negatif yang terpendam--seperti amarah, frustasi, dan takut--dengan cara yang sehat dan positif.
- Tertawa akan membuatmu lebih waspada, kreatif, tenang, tahan banting, dan produktif. Ia bisa mempertajam ingatanmu dan meningkatkan kemampuan dalam membuat keputusan, negosiasi, menata informasi, dan mengartikan kata-kata.
- Tertawa membuatmu merasa bebas.
What a wonderful world,
what a wonderful day.
To whom we should thanks,
for all of the beauty and the shiny
world and day...
Look at the grass...
Look at the flower...
Look to things around you...
Could you feel any gracious?
To your creature...?
To our God...?by: Leonard Halim ^_^
Menguap bukanlah perkara hoh-ahem. Riset mengungkapkan bahwa sedikit saja bukti ilmiah untuk mendukung banyak pendapat populer kita tentang mengapa kita menguap, kapan kita menguap, apa fungsi menguap itu, dan keadaan-keadaan mana yang memengaruhi perubahan-perubahan dalam perilaku menguap.
Bukti menyarankan bahwa menguap dipicu keadaan psikologis yang belum diketahui. Tetapi, memang benar bahwa mengamati orang menguap dapat merangsang kita untuk menguap. Menguap dapat dipicu oleh sekadar membaca atau memikirkan tentang menguap. Terkadang kita menguap juga pada saat kita merasa ngantuk.
Menguap adalah perilaku manusia yang paling lazim dan barangkali universal. Menguap dilakukan sepanjang hidup, baik muda maupun tua. Sewaktu kita menguap, mulut akan menganga disertai dengan menghirup nafas lama-lama dan diakhiri dengan mengembuskan nafas dengan singkat.
Menguap penting untuk membuka saluran Eustachius dan untuk menyesuaikan tekanan udara di telinga tengah. Secara klinis, menguap amat penting bagi kesehatan. Menguap merupakan faktor terapeutik yang penting dalam mencegah komplikasi-komplikasi pernafasan pascabedah. Beberapa laporan melaporkan bahwa orang-orang gila jarang menguap. Sejumlah praktisi klinis menyatakan bahwa orang-orang yang menderita penyakit fisik akut tidak melakukan aktivitas menguap sampai mereka berada dalam kondisi menuju penyembuhan.
Menguap lazimnya dikaitkan dengan mengantuk atau bosan. Studi-studi menunjukkan bahwa orang cenderung menguap ketika ikut serta dalam tugas-tugas yang panjang, tidak menarik, atau bersifat berulang-ulang.
Akhir kata, mungkin saja Anda sekalian yang telah membaca artikel ini telah menguap sekurang-kurangnya satu kali selama membaca beberapa alinea terakhir ini.
